13 Oktober 2026

Yogyakarta, Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Muhamad Bisri Mustofa, dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung, yang berhasil terpilih untuk mempresentasikan hasil risetnya dalam forum ilmiah internasional Al-Jami’ah Conference 2025, diselenggarakan oleh Jurnal Scopus Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Mu’ammar Zayn Qadafy selaku Conference Committee 2025, panitia menyampaikan bahwa abstrak berjudul “Predatory Journals and the Crisis of Academic Integrity: Rethinking the Path to Professorship in Higher Education” dinyatakan diterima untuk presentasi langsung (on-site) pada konferensi yang akan berlangsung pada 10–11 Desember 2025.

Karya tersebut menyoroti isu integritas akademik dan praktik jurnal predator yang semakin marak di dunia pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Islam. Melalui perspektif kritis, Bisri Mustofa mengajak dunia akademik untuk meninjau ulang arah profesionalisme dosen dan etika keilmuan dalam era globalisasi publikasi ilmiah yang kian kompetitif.

Konferensi bertema “Beyond Bureaucracy: Autonomy and Integrity in Indonesian Islamic Higher Education” ini mengundang para sarjana dan peneliti untuk mendiskusikan tantangan mendasar yang dihadapi pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dalam background and rationale-nya, panitia menjelaskan bahwa birokratisasi yang berlebihan, intervensi negara, serta tekanan administratif dan komersialisasi riset telah menggerus otonomi akademik dan melemahkan kehidupan intelektual di kampus.

Laporan Research Integrity Risk Index bahkan menunjukkan bahwa beberapa universitas ternama di Indonesia berada pada kategori “red-flag”, menandakan masih lemahnya praktik integritas akademik meskipun ambisi untuk meraih reputasi global semakin meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar penting bagi penyelenggaraan konferensi ini.

Beberapa subtema utama yang akan dibahas meliputi:

  • Integritas dan Pelanggaran Akademik di pendidikan tinggi Islam (seperti ghostwriting, academic jockeying, plagiarisme, dan gelar profesor palsu);
  • Birokratisasi dan Otonomi Akademik;
  • Ekonomi Politik Pengetahuan dan komersialisasi riset;
  • Perspektif Pascakolonial dan Dekolonial dalam pengelolaan lembaga akademik;
  • Praktik Publikasi dan Kapitalisme Akademik, termasuk fenomena journal cartel dan predatory publishing;
  • Globalisasi dan Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Islam; serta
  • Etika, Kepemimpinan, dan Otoritas Akademik.

Konferensi ini tidak hanya bertujuan mendiagnosis berbagai persoalan yang dihadapi dunia akademik, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran inovatif dan transformatif mengenai masa depan kehidupan intelektual di Indonesia. Panitia juga berencana mengadakan preparatory online workshop pada November 2025 sebagai ruang pertukaran ide sebelum pelaksanaan konferensi utama.

Menanggapi kesempatan tersebut, Muhamad Bisri Mustofa menyampaikan bahwa keikutsertaannya merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memperkuat etika akademik di tengah budaya publikasi yang semakin pragmatis. “Isu integritas ilmiah bukan sekadar soal kepatuhan administratif, tetapi refleksi dari nilai kejujuran dan tanggung jawab moral seorang akademisi. Melalui forum ini, saya ingin menegaskan kembali pentingnya membangun budaya riset yang etis, kritis, dan berkarakter,” ungkapnya.

Partisipasi dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ini menjadi bukti kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam diskursus global mengenai autonomi keilmuan dan etika publikasi ilmiah. Keikutsertaan ini diharapkan menginspirasi sivitas akademika untuk semakin aktif dalam jaringan riset internasional serta berperan dalam membentuk wajah pendidikan tinggi Islam yang berintegritas dan berdaya saing global.

Terbit : 19 Oktober 2025

Sumber : Humas Prodi IPII