Bandar Lampung — Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam menunjukkan kiprah akademik yang membanggakan melalui partisipasi sebagai presenter dalam berbagai konferensi nasional dan internasional sepanjang tahun 2026. Keikutsertaan tersebut mencakup ICoDH 2026, SEMNASIP 2026, ICCL 2026, dan The ADIA 2026, yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, hasil penelitian, serta kajian akademik di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi.
Salah satu momentum tersebut terlihat dalam keikutsertaan mahasiswa sebagai presenter pada 2nd International Conference on Digital Humanities (ICoDH) 2026. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam tampil dalam forum konferensi secara daring dengan mempresentasikan materi di hadapan peserta konferensi. Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 September 2026 tersebut menjadi pengalaman akademik penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan digital humanities, teknologi informasi, dan pengelolaan pengetahuan.
Selain ICoDH 2026, mahasiswa juga berpartisipasi sebagai presenter dalam SEMNASIP 2026. Forum seminar nasional tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengemukakan hasil pemikiran dan kajian yang berkaitan dengan bidang ilmu perpustakaan, informasi, serta isu-isu keilmuan yang berkembang. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah semacam ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui forum akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi.
Partisipasi berikutnya dilakukan dalam ICCL 2026 dan The ADIA 2026. Keikutsertaan dalam kedua forum tersebut semakin memperluas pengalaman mahasiswa dalam mengikuti dinamika akademik pada tingkat nasional maupun internasional. Melalui kesempatan menjadi presenter, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami substansi penelitian, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara sistematis, menjawab pertanyaan akademik, serta berdiskusi dengan peserta dari latar belakang keilmuan yang beragam.
Keaktifan mahasiswa sebagai presenter dalam empat agenda ilmiah tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan budaya akademik dan tradisi penelitian di lingkungan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Pengalaman mengikuti konferensi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah keterampilan penelitian, penulisan ilmiah, presentasi, serta membangun jejaring akademik.
Lebih jauh, keterlibatan dalam konferensi nasional dan internasional menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam memiliki ruang untuk mengembangkan keilmuan perpustakaan dan informasi dalam konteks yang lebih luas. Perkembangan teknologi digital, transformasi informasi, digital humanities, literasi, dan pengelolaan pengetahuan menjadi isu yang dapat dikaji dari perspektif ilmu perpustakaan dan informasi.
Keikutsertaan sebagai presenter pada ICoDH 2026, SEMNASIP 2026, ICCL 2026, dan The ADIA 2026 diharapkan menjadi pengalaman akademik yang terus mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian, menghasilkan karya ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Prestasi dan partisipasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga mulai tampil sebagai penyampai gagasan dan kontributor dalam forum akademik.